Telphone: 666-777-666

Email: office@firebigade.com

Tujuh orang pemancing  yang hilang saat memancing puluhan mil laut dari Balikpapan, Kalimantan Timur, ditemukan di Selat Makasar terombang ambing di laut di tengah cuaca buruk dan gelombang tinggi . Saat ditemukan mereka dalam kondisi kelaparan dan menderita hipotermia.

Mendapat kabar  hilangnya pemancing dari Balikpapan, Kalimantan Timur, sejak Minggu (15/9) , tim sar gabungan dari Basarnas, Banda Indonesia , Gegana Brimob, Pol Air, Tni AL, Orari,Dishub dan Senkom segera berkumpul di posko pantai kemala Beach untuk melakukan pencarian.

Pencarian ini dibawah kordinasi Kasi Ops Basarnas, Mujiono, dengan target mencari hingga ke selat Makasar  30 mil laut dari posko pantai yang dibentuk sesuai dengan informasi arah memancing  dari pihak keluarga yang melaporkan ke kantor SAR Balikpapan. Mereka di kabarkan kena badai dan kapal mereka mengalami kerusakan serius dan nyaris tenggelam.

"Kami mendapat berita dari keluarga korban, ada tujuh orang yang ikut mancing. Mereka menyewa kapal nelayan ," kata Mujiono. Ketujuh orang yang hilang adalah warga Klandasan Balikpapan, Ali (49), Sugeng(54), Andi(32),Halu(26),Arifin(40),Eko(35) dan Yoyok(48).

Kepala Kantor SAR Balikpapan , Hendra Sudirman , langsung memerntahkan Tim SAR bergerak cepat karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat dan gelombang besar untuk menyelamatkan nyawa para pemancing.

Dengan menggunakan kapal Rescue Boat Basarnas 215 yang di nahkodai Kapten Hasanudin Dari Basarnas meluncur dari pelabuhan Semayang, Balikpapan. Kapal berlayar ditengah cuaca buruk dan ombak besar menuju ke arah timur.

Gelapnya laut di malam buta membuat  Tim SAR dibawah kordinasi Basarnas kesulitan untuk melihat dengan jarak pandang  yang jauh. Terlebih lagi saat diatas kapal ombak yang besar membuat tidak sedikit rescuer yang mengalami mabuk laut. Mereka seperti dilempar kekanan dan kekiri. Dan tidak jarang  terdengar suara barang pecah belah jatuh , karena besarnya gelombang.

Tapi ini tidak menurunkan tekad tim penyelamat ini untuk menemukan korban. Beruntung usaha tim SAR menghubungi para korban menggunakan komunikasi satelit berhasil.  Kordinat mereka di temukan di  01 derajat 15 menit lima belas detik arah selatan dan 117 derajat o6 menit 684 detik arah timur, 21 mil laut dari Balikpapan. Mualim Satu Basarnas, Muhtar, melihat  mereka menyalakan tanda minta pertolongan  dengan senter  dan lampu yang mereka bawa, Senin  (16/9), pukul 23.45 wita.

Tim SAR langsung mendekati para korban.  Ternyata tujuh warga yang gila mancing ini, semua selamat. Hanya saja mereka menderita kelaparan serta hipotermia karena  dua hari lebih mereka terapung di laut dan bekal makanan habis serta kedinginan.

Tapi, ada lagi kendala saat akan mengevakuasi. Para korban tidak bisa dinaikan keatasa Rescue Boat 215 karena kapal mereka yang  mereka tumpangi  saat mendekat berkali-kali menabrak kapal Basarnas yang terbuat dari fiber, karena dihantam ombak. Khawatir keadaan lebih buruk kapal penolong jebol di hantam kapal korban, para rescuer mengambil inisiatif menyuplai bahan makanan dan pakaian hangat . Kemudian, Kapten Kapal RB 215 , Hasanudin, dengan pertimbangan keselamatan buat para rescuer dan korban memerintahkan  menarik kapal beserta penumpangnya dengan kecepatan lima knot ke daratan terdekat  dipantai Manggar.

Dan upaya ini berhasil meski memakan waktu yang lama. Setibanya dekat pantai skoci pun diturunkan dari RB 215 Basarnas untuk menarik kapal ke bibir pantai, Selasa (17/9) pukul 03.00 Wita Dan kekompakan potensi SAR perlu mendapat acungan jempol. Tim medis dari AGDT 118 Dinas Kesehatan Kota Balikpapan serta para rescuer  telah menunggu dengan segala persiapan. Setibanya mereka dipantai , mereka langsung mendapatkan perawatan oleh medis dan dilarikan dengan ambulance ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan.