Telphone: 666-777-666

Email: office@firebigade.com

Ratusan Peserta Motorcross TerjebakBALIKPAPAN POS - Salah satu acara untuk memeriahkan HUT kota Balikpapan yaitu kejuaraan lintas medan motor trail Balikpapan 2 Days Enduro membawa petaka. Crosser Australia, bernama Headley Michael Adrian (34) tewas dalam trail adventure tersebut.

Adrian yang biasa disapa Mick meninggal dunia diduga karena kelelahan dan mengalami dehidrasi saat melintas di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, masuk melalui Sepaku Semoi hingga hingga tembus ke jalan Soekarno Hatta KM 62.

Di medan yang berat itu, diduga Mick juga terjatuh dari motornya. Mick mengikuti kejuaraan tersebut bersama rombongan peserta yang jumlahnya mencapai 800 orang hampir dari seluruh daerah di Indonesia. “Ada tujuh peserta berkebangsaan asing, satu diantaranya tewas bernama Mick,” ujar Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, Minggu (17/2).

Pada Sabtu (16/2) pagi sekitar pukul 08.00 Wita, rombongan trail adventures berkumpul di halaman Gedung Pertemuan dan Olahraga Dome di jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan. Rencananya para peserta akan menempuh rute dari Gedung Dome, Waduk Manggar, Semoi, Taman Hutan Rakyat Bukit Soeharto, dan terakhir keluar di kawasan jalan Soekarno Hatta KM 62.

Hingga Sabtu (16/2) pukul 23.00 Wita lebih seratus peserta belum kembali dan diduga tersesat di dalam Taman Hutan Rakyat Bukit Soeharto (Tahura). Insiden tewasnya Mick tersebut membuat perlombaan dihentikan dan seluruh rute dibatalkan. Para crosser diminta kembali ke Balikpapan melalui on road, Jalan Soekarno-Hatta yang terdekat dari posisinya masing-masing.

Nyawa Mick tidak tertolong lagi pada Sabtu (16/2) malam sekitar pukul 19.00 Wita. Jenazah Mick berhasil dievakuasi pada Minggu dinihari digotong oleh anggota TNI yang sejak semalam melakukan pencarian korban. Korban dibawa keluar melalui muara jalan tanah di KM 62, setelah itu dibawa ke RS Kanujoso Djatiwibowo, di Balikpapan. "Sebagian besar yang sudah berada di Tahura keluar lewat KM 62, sebagian lewat KM 38 Semoi," kata Denny Warrouw, pemimpin rombongan dan penunjuk jalan.

Dari keterangan para peserta medan yang sangat ekstrim dan cuaca buruk menjadi kendala dalam menempuh rute Tahura. Selain itu bekal makanan yang kuran menjadi kendala para peserta dalam menenepuh rute tersebut. “Medannya sangat berat sekali mas, motor itu sampai terendam dalam lumpur, selain itu kita juga kekurangan bahan makanan ditambah lagi kondisi motor yang sudah over load, terpaksa kita jalan kaki, motor kita tinggal sana,” ujar Badaruddin, crosser asal Tanjung Kalimantan Selatan.

Badaruddin menambahkan kebanyakan peserta tertajak pas di tengah-tengah rute, tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan motor mereka dan memilih untuk berjalan kaki untuk keluar dari hutan tersebut. “Kebanyakan di tengah sana mas, soalnya jaraknya ini sekitar 40 KM jadi kebanyakan berhenti kehabisan tenaga ditengah sana, mau kembali ke Semoi jauh, mau melanjutkan ke KM 62 juga jauh.

Pokoknya kasihan teman-teman yang lain itu mas, saya mulai jalan kaki dari jam 4 subuh tadi, jadi sekitar 4 jam ini baru bisa ketemu mas ini, kalo di tengah sana susah air sungai tidak ada. Sudah agak di sini baru ada sungai, jadi kita minum air sungai saja,” lanjut crosser asal Tanjung tersebut. Budinoyo, crosser lain Balikpapan menceritakan, rute Bukit Bengkirai KM 62 memang sangat berat. "Di kanan atau di kiri jurang, benar-benar perlu fisik prima dan konsentrasi tinggi," ujarnya.

Dari keterangan panitia rute dari Semoi menuju KM 62 sudah ditutup dari pukul 14.00 Wita pada Sabtu (16/2) kemarin, dan juga rute tersebut hanya diperuntukan untuk crosser yang profesional, namun kebanyakan para peserta tetap nekad untuk melalui rute tersebut. Evakuasi para peserta motor trail dibantu dari TNI, Basarnas, Banda, PMI, warga sekitar, serta relawan-relawan lainnya.

Para crosser kehabisan makanan. Selain evakuasi jalur darat, juga dilakukan melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter. Helikopter dipergunakan untuk menyebarkan logistik makanan dan minum kepada para peserta yang belum terjangkau dan belum dievakuasi. Sampai berita ini diturunkan, ratusan motor milik peserta masih tertinggal di lokasi yang berlumpur, jauhnya sekitar 20 Km dari jalan raya. Rencananya hari ini dilanjutkan evakuasi motor tersebut.(pri)